
Suara azan shubuh berkumandang ...Oh tuhan.. kebiasaan buruk ini kapan sirna dariku ?? ternyata aku semalam tertidur di kursi..tak ada yang membangunkanku..pesawat televisi masih menyala ...lantas ku matikan dan bergegas ke kamar mandi, segar sekali air hangat telah menyegarkan tubuh yang penat ini . Selesai solat segera ku buka kulkas,Apa yang ku olah hari ini ? Esok senin sudah puasa, jadi menu hari ini ku buat pecel lele dan lalapan untuk makan siang dan makan malam tumis brocoli dan udang, dan untuk makan sahur kare belut pedas kemangi olahan spesialku. Hhmm..penat sekali, semua kegiatan dapur berakhir pukul 12.00. Lantas apa lagi.. baju yang kotor sudah digilas di mesin cuci, sementara anakku menyetrika bajunya dan suami sibuk menganti lampu dapur dengan model aplikasi lampu terbaru...he..he..mungkin pikirnya dekat lebaran , lampu baru sebagai pilihannya . Pukul 15.15 ku buka komputer ruang tengah dan ku tulis dalam blogku kegiatan minggu ini untuk ku jadikan catatan bahwa kegiatan burukku terekam disini dan aku harus menghapusnya..Tuhan tolong aku dan beri kekuatan padaku untuk tidak menatap televisi jelang akhir aktivitasku sehingga aku tidak selalu tidur dikursi..Amin.. Amin yaa robbal Alamin..Kabulkanlah Tuhan. Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 segera saja ku akhiri untuk menuliskan sesuatu di blog ini..dan ku katakan pada suami dan anakku..sholat Tarawih kita kerjakan di Masjid Sabilillah ..Jauh memang dari rumah, tapi terasa dekat bila sudah berniat ..demikian niatku tuk menghapus kebiasaan buruk ini..Markhaban Yaa Rahmadhan..
|
Malam semakin larut disebelahku TV masih menyala , opera van java masih memainkan lakonnya . Hari Kartini hanya kunikmati lewat acara tv yang menampilkan berbagai peranan wanita masa kini, Libur besar kenaikan Isa Almasih , Ujian Nasional terlewati dan aku mau menorehkan apa disini...Akh masih bingung .. lebih baik kuhentikan aja..
|

Liburan menjelang Idhul Fitri , saat itu tanggal 15 September 2009, segala sesuatu untuk keberangkatan esok hari ke Jakarta sudah aku siapkan dan sudah aku tata rapi dibagasi mobil . Akh...penat juga, Sebagian dari keluarga besarku yang ada di Jakarta sudah tiba di Malang..semakin menambah kesibukanku. Mereka pulang ke Malang karena ayah di Malang, sedangkan keluarga besar suami semuanya ada di Jakarta, maka Idhul Fitri ini keluargaku mudik ke Jakarta.
Pukul 2.30 pagi setelah mempersiapkan makan sahur dan sahur bersama keluarga besarku, aku dan keluargaku pamit pada ayah dan saudara-saudara untuk berangkat ke Jakarta. Pagi itu jam menunjukkan tepat pukul 03.15.Doa restu mereka menyertai perjalananku.
Menikmati perjalanan sebentar terdengar azan subuh, maka suami menghentikan perjalanan sejenak dan kami menunaikan sholat subuh tepat disebuah masjid di kota Batu. Rasa syukur dan doa keselamatan sekali lagi kami panjadkan, kemudian perjalanan kami lanjudkan. Ini untuk yang kedua kalinya mudik ke Jakarta yang saat itu ayahku masih menetap di Menteng Dalam Jakarta Selatan.
Sambil mendengarkan alunan musik sepanjang jalan tak terasa kota Pare, Kediri, Nganjuk,Madiun telah terlewati dan sampai di Mantingan akan menuju kota Solo ada sebuah kecelakaan dimana sebuah mobil truck Fuso terjatuh kedalam semak yang lumayan cukup dalam, kurang lebih tiga meter kedalamannya , mungkin supirnya mengantuk dan mereka hanya terluka. Melihat itu kami harus waspada dan lebih berhati -hati. Sampai dikota Solo, amboi panasnya luar biasa , dan yang lebih merepotkan ace mobil ngadat yang fungsi hanya blowernya saja...akh..tubuh rasanya meleleh maka jendela aku buka cukup lebar. Perjalanan yang jauh dan hawa panas membuat suami dan anakku membatalkan puasa, maka aku beli buah melon,mangga,anggur dan bengkoang tak lupa empat botol aqua besar dan empat botol sedang pocari sweet. Di kota ini suami dan anakku makan siang setelah itu kami sholat dzuhur yang dilanjudkan sholat Ashar yang di qhosor/ jamak.
Tak terasa kota Solo telah terlewati, sampai diperbatasan akan ke kota Boyolali tepat pukul tiga sore mobil bermasalah dan ngadad, untung tepat dimana kami berhenti ada bengkel dan seorang mechanic yang profesional cepat memperbaiki mesin mobil dan akhirnya lancar kembali perjalanan ini.
Tibalah kami di kota Boyolali, aku putuskan untuk berhenti di kota ini, tapi suamiku mengatakan tanggung masih jam lima sore terus saja, ...akh ini sudah melanggar kesepakatan, ..setiap waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, kami harus menghentikan perjalanan, dan segera mencari hotel untuk menginap. "Itu kesepakatan kami". Tapi..apalah daya suami tetap melanjudkan perjalanan dan perutku sudah mulai minta diisi.
Alhamdulillah....tepat pukul 6.10 sore , tepatnya di kota Salatiga kami mendapatkan hotel tempat menginap. " Hotel Beringin " dengan tarif empat ratus enampuluh lima ribu per malam , Qualifikasi kamar Deluxe dengan dua bed nyaman yang besar, segera aku teguk segelas air dingin di kulkas...akh..segaarr..... , kemudian kubersihkan badan ini dengan air hangat, ....akh nikmat, ....segera setelah itu kulanjudkan sholat magrib di kamar.
Malam itu kami tidak sholat tarawih, hanya sholat isya yang kemudian kami lanjudkan dengan acara jalan-jalan menikmati malam dikota Salatiga. Lalu lintas disana sama ruwetnya dengan Malang, bahkan bisa dikatakan lebih ruwet lagi dari Malang. Kami ke supermarket " Ramayana " yang jaraknya hanya satu kilometer dari hotel. Disana suami beli Jas lengkap dan anakku beli celana jean kesukaannya. Aku cukup beli sandal yang memang sudah waktunya untuk diganti. Makan malam disebuah restaurant china, aku pesan cap cay kesukaanku demikian pula anakku, sedang suami makan sup buntut. Kenyang dan lelah, kami kembali ke hotel dan beristirahat. Kami lelap sekali malam itu.